mungkin cita- cita mempunyai sekolah dambaan pasti ada di benak semua siswa di Indonesia. prosedur di sekolah sekarang masih menggunakan cara kuno, dengan cara mengajar yang juga kuno. padahal siswa sekarang lebih mudah di ajarkan dengan cara- cara modern yang asik dan membuat sang siswa merasa enjoy. saya akan membahas beberapa faktor yang menurut saya dapat menghasilkan SDM yang bagus nantinya.

 

A. Guru

saya adalah seorang pelajar, dan saya tahu bahwa siswa malas belajar bukan karena pelajarannya, tapi karena sang guru yang kadang membuat badmood siswa. di zaman modern ini masih saja ada guru yang mendidik dengan keras, padahal cara seperti ini hanya membuat siswa takut kepada guru, dan otomatis membuat siswa malas belajar. entah mengapa prosedur ini masih saja dipertahankan oleh banyak guru, iya disiplin memang harus tapi bukan seperti ini caranya. menurut  Agus Sampurno salah satu guru kreatif (@gurukreatif) yang ada Indonesia, ada 12 cara menjadi guru yang baik ;

  1. rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda
  2. selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar
  3. tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
  4. rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru.
  5. masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
  6. pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan
  7. saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi
  8. tebarkan senyum pada seisi kelas
  9. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar
  10. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit
  11. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai
  12. kurangi gaya  ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan.

 saya yakin jika semua guru bisa menerapakan cara- cara diatas, murid- murid bisa enjoy, dan pastinya akan rajin belajar. sekolah dambaan yang pertama : yang penting enjoy!

B. Tugas dan Pekerjaan Rumah

Tugas? untuk menolak ukur sejauh apa materi yang kita pahami, tugas didesain seharusnya untuk menantang murid agar mencari materinya. dan seharusnya tugas diberikan setelah diajarkan. PR? sebenarnya untuk mengulang kembali materi yang diajarkan di sekolah, tapi PR itu harus dipahami, harus dimengerti, bukan hanya dikerjakan. menurut sudut pandang saya PR hanya memberatkan murid, dan juga sekarang PR banyak yang dikerjakan oleh kakak, Orang tua, bahkan lembaga bimbel. artinya jika siswa mengerjakan PR belum tentu siswa itu paham akan kontennya. nilai tidak akan berarti apa- apa jika murid sendiri tidak paham kontennya. Sekolah dambaan yang kedua : tugas jadi nilai, dan nilai bukan barometer, memahami materi adalah barometernya.

C. Hubungan Antar Siswa

Siswa dengan siswa, harus kompak dan saling bekerja sama untuk sekolah yang lebih baik maupun diri sendiri. siswa yang pintar mengajarkan yang kurang pintar. “anak yang bandel itu lagi nyari jati diri, dan mungkin dia punya banyak masalah pribadi” nah ini dia, mereka yang di cap bandel mana mau di anggap seperti itu. mereka terpaksa, mungkin tuntutan lingkungan dan pergaulan. maka dari itu seharusnya siswa saling rangkul merangkul agar mereka kembali ke lingkungan dan pergaulan yang benar. sekolah dambaan ketiga : kompak, saling mendukung, membuat suasana belajar enak.

D. Fasilitas dan Lingkungan Sekolah

Jika sekolah hanya memberikan “seadanya” soal fasilitas ya wajar. di sekolah negeri sudah bebas dari SPP, pungutan biaya pun sudah menjadi ilegal. sekarang yang ditanyakan bukanlah sekolah berikan apa untukmu, tapi kamu berikan apa untuk sekolah? menurut saya sekolah mengurusi lebih dari 1600 murid, jadi ya wajar kalau fasilitas apa adanya. tapi murid hanya mengurusi satu sekolah, ya tidak wajar jika hanya memberikan apa adanya. fasilitas bukan tolak ukur kecerdasan, buktinya banyak siswa- siswa yang dipelosok Indonesia, dengan fasilitas yang sangat kurang dengan tenaga pengajar yang kurang bisa berprestasi, bahkan tingkat Internasional. sekolah dambaan keempat : yang penting semangat belajar, tidak peduli fasilitasnya.

Harapan untuk Pendidikan Indonesia Kedepan

ya, harapannya pendidikan di Indonesia semakin maju dan bekembang dengan  prosedur yang bagus, dan membuat siswa merasa Enjoy ketika diajar. tanggung jawab negeri ini ada pada pundak kami sebagai pelajar Indonesia, kami hanya mengharapkan sekolah dambaan kami. Semangat Pendidikan!

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s